Sunday, January 3, 2016

Contents – Daftar Isi




Ketunanetraan -- Blindness

Definisi Tunanetra Analisis Fungsi Organ-organ Penginderaan dan Pengembangannya bagi Individu Tunanetra

|

Visual Impairment: Access to Education

Sejarah Pendidikan bagi Tunanetra di Inggris Kelainan Mata Yang Umum dan Implikasinya pada Pendidikan Asesmen Penglihatan Alat-alat Bantu Low Vision bagi Anak dan Remaja Tunanetra Prosedur Asesmen Kemampuan Anak Tunanetra

|

Dampak Ketunanetraan -- Impact of Blindness

Dampak Ketunanetraan terhadap Pembelajaran Bahasa Dampak Ketunanetraan terhadap Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Dampak Ketunanetraan terhadap Fungsi Kognitif Anak Dampak Ketunanetraan terhadap Keterampilan Mobilitas Anak Dampak Ketunanetraan terhadap Perkembangan Bahasa Anak Persepsi tentang Dampak Ketunanetraan terhadap Kehidupan Remaja Pendidikan dan Latihan Yang Tepat sebagai Kunci Keberhasilan Kemandirian Individu Tunanetra
  • Higher Education for Students with Visual Impairment in Indonesia
  • Teaching Profession for Blind People in the Indonesian Context
  • Massage as a Profession for Blind People in Indonesia
  • Kampanye Kesadaran Masyarakat mengenai Ketunanetraan
  • |

    Braille

    Sistem Tulisan Braille Keterampilan Membaca pada Pengguna Braille Notasi Musik Braille CONTRACTION -- Sistem Tulisan Singkat Braille Bahasa Inggris Sejarah Tulisan Braille

    |

    Aksesibilitas -- Accessibility

    Bagaimana Orang Tunanetra Dapat Mengenali Nilai Uang? Akses Tunanetra ke Uang Rupiah Bagaimana Orang Tunanetra dapat Mengakses Kode Verifikasi di Internet? AKSISIBILITAS LINGKUNGAN FISIK BAGI PENYANDANG Disabilitas
  • Komputer dan Ketunanetraan: Bagaimana Orang Tunanetra Dapat Mengakses Komputer
  • Bagaimana Cara Menuntun Tunanetra agar Perjalanan Terasa Nyaman

    |

    Pendidikan Inklusif -- Inclusive Education

  • Pernyataan Salamanca dan Kerangka Aksi mengenai Pendidikan Kebutuhan Khusus
  • Mengajar Siswa Penyandang Disabilitas di Sekolah Umum dalam Setting Inklusi Penyandang Disabilitas dalam Pendidikan Inklusif Inclusive Education in Indonesia: Strategies for Success PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG PENDIDIKAN KHUSUS, PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS DAN/ATAU PEMBELAJARAN LAYANAN KHUSUS PADA PENDIDIKAN TINGGI Disabilitas dan Pendidikan Inklusif pada Jenjang Pendidikan Tinggi “Pendidikan Luar Biasa”, “Pendidikan Khusus” atau “Pendidikan Kebutuhan Khusus”? Keberhasilan Vietnam Mewujudkan “Pendidikan Untuk Semua” GPK Pilar Penting Penyangga Sistem Pendidikan Inklusif Indonesia towards Inclusive Education Paradigma HAM dalam Pendidikan Inklusif: Kesempatan dan Tantangan Inclusive Education as an Educational Innovation to Realize Education for All Sudahkah Sistem Pendidikan Nasional Memprioritaskan Anak Penyandang Disabilitas? Menyambut pelaksanaan Permendiknas no 70 tahun 2009: Butuh diagnosa dokter atau diagnosa orthopedagogi? Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pendidikan Inklusif Keyakinan dan Praktek Inklusi di Kalangan Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Menengah Persepsi dan Keyakinan Guru dan Administrator Pendidikan tentang Inklusi di Sekolah Dasar
  • Pernyataan Salamanca dan Kerangka Aksi mengenai Pendidikan Kebutuhan Khusus
  • Dari Segregasi Menuju Inklusi: Refleksi Seorang Tunanetra
  • Pendidikan Inklusif sebagai Satu Inovasi Kependidikan untuk Mewujudkan Pendidikan Untuk Semua
  • Implementation of Inclusive Education in Indonesia
  • *

    Pendidikan Inklusif Ketika Hanya Ada Sedikit Sumber -- Inclusive Education where there are Few Resources

    Pendidikan Inklusif : Kata Pengantar Pendidikan Inklusif : Rangkuman Pendidikan Inklusif : Pendahuluan Pendidikan Inklusif : Landasan Pendidikan Inklusif : Sejarah Pendidikan Inklusif : Konsep-konsep Utama Pendidikan Inklusif : Perencanaan Pendidikan Inklusif : Kesempatan dan Tantangan Pendidikan Inklusif : Resume Pendidikan Inklusif : Apa Selanjutnya? Pendidikan Inklusif : Lampiran

    |

    Konseling -- Counseling

  • Makna Konseling dan Psikoterapi
  • Teori dan Praktek Psikoterapi Kelompok
  • Teori Perkembangan Karir
  • Aplikasi Teori Self-Efficacy pada Perkembangan Karir dan Konseling Karir
  • Model-model Bimbingan Karir
  • Social-Cognitive Counseling
  • |

    Konseling Rehabilitasi – Rehabilitation Counseling

  • Definisi dan Ruang Lingkup Praktek Konseling Rehabilitasi
  • Landasan Filosofis Konseling Rehabilitasi
  • Pertimbangan-pertimbangan dalam Intervensi Konseling Rehabilitasi: Faktor Personal
  • Pertimbangan-pertimbangan dalam Intervensi Konseling Rehabilitasi: Faktor Lingkungan
  • Pertimbangan-pertimbangan dalam Intervensi Konseling Rehabilitasi: Hakikat Kecacatan
  • Mengatasi Masalah-Masalah Psikososial Akibat Ketunanetraan Pada Usia Dewasa
  • Intervensi Konseling terhadap Keluarga dengan Anak Tunanetra
  • Konseling untuk Penyesuaian Psikologis terhadap Kehilangan Penglihatan pada Individu Tunanetra Dewasa
  • Memahami Perkembangan Kepribadian Tunanetra melalui Teori Social Learning dari Bandura
  • Layanan Konseling bagi Siswa Tunanetra di SMTA Reguler (Studi Kasus)
  • |

    Kompetensi Sosial – Social Competency

  • Perkembangan Kompetensi Sosial pada Anak
  • Peranan Hubungan Teman Sebaya dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak
  • Peranan Kegiatan Bermain dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak
  • Peranan Orang Tua dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak
  • Peranan Hubungan Teman Sebaya dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak Tunanetra (Studi Kasus)
  • Intervensi bimbingan dan konseling untuk Membantu Perkembangan Kompetensi Sosial Anak Tunanetra
  • Psikologi Sosial – Social Psychology

    KOGNISI: Pengorganisasian, Perkembangan, dan Perubahannya
  • MOTIVASI: Apa yang mendorong orang berbuat sesuatu?
  • SIFAT RESPON ANTARPRIBADI (INTERPERSONAL RESPONSE TRAITS)
  • |

    Miscellaneous

  • Program Magister Pendidikan Kebutuhan Khusus
  • Anak-anak Berbakat (Gifted) dalam Pendidikan
  • Profesi Pelukis atau Desainer Tampaknya sangat Menjanjikan bagi Andi (Studi Kasus terhadap Seorang Anak Tunarungu)
  • Ayah, Kau Pasti Bangga
  • |

    Monday, August 27, 2007

    KonselingDanKetunanetraan

    Saya memandang ketunanetraan saya tidak lebih dari sekedar sebagai salah satu karakteristik pribadi saya. Ada orang yang tinggi dan ada yang pendek, ada orang yang gemuk dan ada yang kurus, dll. Demikian pula, ada orang yang awas dan ada yang tidak awas (atau tunanetra), dan saya adalah satu dari orang yang memiliki karakteristik tunanetra itu.

    Sebagaimana halnya dengan semua karakteristik lain yang tidak ideal (seperti terlalu pendek atau terlalu tinggi), kadang-kadang saya harus melakukan kegiatan dengan cara yang berbeda agar dapat memenuhi tuntutan lingkungan tanpa penglihatan. Misalnya, untuk berjalan mandiri di tempat yang belum saya kenal betul, saya harus menggunakan tongkat; untuk dapat mengoperasikan komputer, saya harus menggunakan speech screen reading software.

    Blog ini dimaksudkan untuk mengubah makna ketunanetraan ke arah yang lebih positif, agar sikap masyarakat (begitu juga sikap orang tunanetra) terhadap ketunanetraan menjadi lebih positif. Dan konseling merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

    Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Blog ini didasarkan atas kajian ilmiah. Jadi, Blog ini juga akan sangat bermanfaat bagi anda yang terlibat dalam kegiatan keilmuan, baik sebagai profesional maupun sebagai mahasiswa.
    (Didi Tarsidi)